Studi perubahan iklim melibatkan analisis iklim masa lalu, kondisi iklim saat ini, dan estimasi kemungkinan iklim di masa yang akan datang (beberapa dekade atau abad ke depan). Hal ini tidak terlepas juga dari interaksi dinamis antara sejumlah komponen sistem iklim seperti atmosfer, hidrofer (terutama lautan dan sungai), kriosfer, terestrial dan biosfer, dan pedosfer. Dengan demikian, dalam studi-studi mengenai perubahan iklim dibutuhkan penilaian yang terintegrasi terhadap sistem iklim atau sistem bumi

What is Climate Change?

Sesuai data yang dikutip dari Knowladge Centre Perubahan Iklim, Iklim didefinisikan sebagai rata-rata cuaca dimana cuaca merupakan keadaan atmosfer pada suatu saat di waktu tertentu. Iklim didefinisikan sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu (seperti temperatur, curah hujan atau angin), pada periode waktu tertentu, yang merentang dari bulanan hingga tahunan atau jutaan tahun. Namun, pada kenyataannya Iklim berubah secara terus menerus karena interaksi antara komponen-komponennya dan faktor eksternal seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, dan faktor-faktor disebabkan oleh kegiatan manusia seperti misalnya perubahan pengunaan lahan dan penggunaan bahan bakar fosil.

Dewasa ini, kita sering mendengar atau bahkan membahas mengenai perubahan iklim atau dalam bahasa universal dikenal dengan “Climate Change”. Adapun definisi perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. LAPAN (2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan. IPCC (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.

PENYEBAB CLIMATE CHANGE

Sebenarnya, apa penyebab terjadinya climate change tersebut? Berikut beberapa ulasannya:

1. Kerusakan Fungsi Hutan

Deforestasi (Penggundulan Hutan) merupakan penyebab pencemaran lingkungan dan tingginya emisi gas rumah kaca hutan Indonesia, terutama hutan tropis untuk kayu, bubur kertas, lahan pertanian, serta bahan bakar (baik kayu dan arang). Namun di negara maju, permintaan produk kayu dan kertas, konsumsi daging ternak yang merumput di lahan bekas hutan, penggunaan lahan hutan tropis untuk komoditas seperti perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi terhadap deforestasi massa bumi. Hutan menghapus dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer. Dengan penggundulan hutan akan melepaskan sejumlah besar karbon, serta mengurangi jumlah penangkapan karbon di planet ini. Akibatnya terjadi pencemaran udara oleh karbon sehingga meningkatkan suhu bumi.

2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Menurut penelitian World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 bahan bakar fosil adalah penyumbang terbesar perubahan iklim/climate change seperti manufaktur, industri dan konstruksi total menyumbang perusakan lingkungan hidup sebesar 36 .6%. Bahan bakar fosil ini digunakan sebagai penggerak industri di seluruh dunia, bahan bakar fosil digunakan sebagai sebagai pengganti kincir angin, tenaga air dan juga pembakaran kayu, memang dengan menggunakan bahan fosil perkembangan industri maju begitu pesat, tetapi kemajuan industri yang begitu pesat itu menyebabkan masalah-masalah lain khususnya perusakan terhadap lingkungan hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim/climate change.

3. Alat Transportasi

Menurut World Health Organization (WHO) penelitian pada tahun 2008 sumbangan seluruh sektor transportasi terhadap emisi gas rumah kaca transportasi air, laut dan lain-lain sebesar 6.5% sementara sumbangan perusakan lingkungan hidup oleh transportasi darat sebesar 16.5% jadi total transportasi adalah penyumbang perubahan iklim/climate change sebesar 23%.

4. Sektor Peternakan dan Pertanian

Peternakan hewan adalah juga salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan hidup yang menyebabkan perubahan iklim. Gas metana yang dikeluarkan hewan ternak menurut penelitian World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 adalah sebesar 15.7%, ini adalah angka yang besar bagi sumbangan terhadap perusakan lingkungan hidup, banyak orang tidak mengetahui hal ini dikarenakan kurangnya edukasi dan kurangnya informasi yang disebabkan permasalahan hewan ternak ini jarang dipublikasikan kepada masyarakat umum.

5. Penggunaan Listrik Rumah Tangga

Penggunaan listrik dan pemanas untuk rumah tangga juga ternyata berdampak besar terhadap perusakan lingkungan hidup, menurut penelitian yang dilakukan World Health Organization pada tahun 2008 produksi listrik dan panas untuk penggunaan perumahan adalah sebesar 11.3%. Ini adalah angka yang besar bagi sumbangan perusakan terhadap lingkungan hidup, ini dikarenakan gaya hidup banyak orang yang tidak hemat yang menyebabkan penggunaan listrik dan pemanas ataupun pendingin di rumah-rumah mereka menjadi sangat boros.

6. Proses Industri

Proses industri, jadi tidak hanya bahan bakar fosil yang digunakan sebagai penggerak industri di seluruh dunia saja yang menyebabkan pemanasan global tetapi proses industri tersebut juga menyebabkan kerusakan lingkungan hidup, tentu saja proses industri ini berjalan setiap hari oleh karena itu proses industri juga penyumbang besar kerusakan pada lingkungan hidup. Contohnya adalah asap dari industri-industri tersebut menyebabkan peningkatan karbondioksida. Jadi sebenarnya proses industri ini bisa dimasukkan sebagai kategori perusakan lingkungan dalam hal polusi udara yang berdampak pada semua orang dan semua makhluk hidup yang tidak terlibat dalam industri tersebut, karena semua menghirup udara yang sama dan menghirup racun yang sama yang disebabkan oleh proses industri, khususnya di negara-negara industri yang maju ini menjadi masalah besar.

7. Sampah

Budaya membuang dan budaya pemborosan/waste culture menjadi permasalah besar manusia modern di era sekarang ini, budaya ini menyebabkan perusakan lingkungan hidup dalam hal sampah dan pemborosan makanan yang masih layak makan, apa lagi di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang management pengelolaan sampahnya masih sangat buruk dan tidak berkelanjutan, pengelolaan sampah di suatu negara menjadi sangat penting bagi perlindungan lingkungan yang berkelanjutan/sustainable karena sampah juga bisa dimanfaatkan untuk sumber daya energi yang berkelanjutan dan sebagian sampah juga bisa didaur ulang untuk penghematan produksi pembuatan beberapa barang kebutuhan manusia sehingga perlindungan lingkungan hidup untuk mencegah dan mengurangi dampak buruk dari perubahan iklim bisa dilakukan secara berkelanjutan.

8. Pemanasan Global

            Pemanasan global adalah kondisi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih (Natural Resources Defence Council). Dampak pemanasan global juga menurunkan kualitas hidup manusia. Pemanasan Global menjadi salah satu bagian dari perubahan iklim yang berfokus pada peningkatan suhu permukaan bumi. Salah 1 penyebab dari pemanasan global sendiri adalah emisi gas rumah kaca. Efek rumah kaca tidak selalu berdampak negatif bagi bumi. Secara umum, efek rumah kaca merupakan hal baik dan dibutuhkan bagi makhluk hidup di bumi. Tanpa gas rumah kaca, suhu di Bumi menjadi terlalu dingin sehingga tidak mungkin ditempati. Bahkan tidak mendukung adanya kehidupan. Namun, jika berlebih, gas rumah kaca akan menyebabkan bumi menjadi terlalu panas. Melampaui ambang batas daya tahan hidup manusia dan berbagai spesies.



DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Beberapa dekade belakangan ini, keadaan lingkungan dan alam tempat manusia tinggal mengalami suatu perubahan yang signifikan. Penyebabnya tak lain adalah perubahan iklim dunia yang selama ini sangat ramai diperbincangkan karena mampu menyebabkan dampak bagi kondisi bumi kedepannya, berikut ulasannya :

1. Perubahan Pola Curah Hujan

Kita semua telah melihat bahwa banjir, kekeringan, kelebihan curah hujan dan ketidakteraturan hujan cukup sering terjadi di beberapa dekade terakhir. Hal Ini tidak lain merupakan efek dari perubahan iklim. Sementara beberapa tempat menerima banyak curah hujan yang menyebabkan banjir, tempat-tempat lain harus menghadapi kekeringan. Jika dahulu hujan bisa diprediksi namun saat ini pola nya sangat dinamis dan sukar diprediksi.

2. Peningkatan Muka Air Laut

Daerah dataran rendah dekat pantai lebih rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan merugikan puluhan juta orang. Kenaikan muka laut dan gletser yang mencair selama pemanasan global akan menambah volume air laut. Di Amerika Serikat saja, sekitar 100 juta orang hidup dalam radius 3 kaki dari permukaan laut. Orang yang tinggal di negara-negara berpulau kecil seperti Maladewa sudah mencari tujuan alternatif jika pulaunya tengggelam. Di Indonesia, Jakarta dan Semarang menjadi contoh dampak naiknya muka air laut.

THIS IS WHAT WE SAY, CLIMATE CHANGE